14.1.07

Nasihat Lukman kepada Anaknya dalam Al Quran

...
  1. ... "Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yg tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji." (QS Luqman: 12)
  2. ... "Hai anakku janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah (syirik) adalah benar-benar kezaliman yang besar," (QS Luqman: 13)
  3. ... (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu-bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. (QS Luqman: 14)
  4. ... dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (QS Luqman: 15)
  5. Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi dan berada dalam batu atau di langit atau berada di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membawanya) sesungguhnya Allah maha halus lagi maha mengetahui." (QS Luqman: 16)
  6. Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (Allah)." (QS Luqman: 17)
  7. Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan dimuka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.“ (QS Lukman: 18)
  8. Dan sederhanakanlah kamu dalam berjalan dan rendahkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruknya suara ialah suara keledai.” (QS Luqman: 19)
Itulah nasehat-nasehat Lukman Hakim dalam Al-Quran yang merupakan motifasi bagi kita untuk diikuti dan diamalkan sebab semua nasehat Lukman Hakim tersebut merupakan bagian iman yang esensial dan termasuk sifat-sifat yang agung oleh karena itu sepatuhnya bagi kita untuk menjadikan nasehat-nasehat tersebut sebagai bahan renungan bagi kita kemudian kita realisasikan dalam kehidupan sehari-hari.


Nasihat-nasihat Lukman Hakim lainnya…

Hadis riwayat Abu Hurairah r.a.: Bahwa seorang badui datang menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam lalu berkata: "Wahai Rasulullah, tunjukkanlah kepadaku suatu perbuatan yang apabila aku lakukan, aku akan masuk surga. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 'Engkau beribadah kepada Allah tanpa menyekutukan-Nya dengan sesuatu, mendirikan salat fardu, membayar zakat dan puasa Ramadhan.' Orang itu berkata: 'Demi Zat yang menguasai diriku, aku tidak akan menambah sedikit pun dan tidak akan menguranginya.' Ketika orang itu pergi, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 'Barang siapa yang senang melihat seorang ahli surga, maka lihatlah orang ini.'" (HR Muslim)


►Wajib Baca:


#CatiTahuYuk!
hayyin, layyin, qaribin, sahlin?
berhati seperti hati burung?

Manusia anak cucu Adam a.s. sejatinya adalah penduduk Surga dan kelak akan kembali ke Surga.

Kelembutan adalah adalah bagian dari sifat manusia yang bisa mengantarkan manusia kembali ke Surga... dimana kelembutan sangat erat hubungannya dengan akhlaq. Sedangkan kekerasan, kekasaran, ketamakan, kerakusan dan kesombongan adalah sifat syaithan yang bisa menahan (sementara atau selamanya) manusia untuk kembali ke Surga...
Maukah kamu aku beritahu tentang penduduk neraka? Mereka semua adalah orang-orang keras lagi kasar, tamak lagi rakus, dan takabbur (sombong).“ (HR Bukhari dan Muslim)
Kebalikan dari sifat syaithan diantaranya adalah sifat hayyin, layyin, qaribin, sahlin. Dan manusia yang bisa kembali ke Surga juga dikatakan adalah manusia yang memiliki hati seperti hati burung...
Maukah kalian meminta orang-orang yang tidak akan disentuh api neraka atau orang yang tidak akan masuk neraka, mereka adalah setiap orang yang memiliki sifat hayyin, layyin, qaribin, sahlin.” (HR At-Tirmidzi)
 "Akan ada sekelompok orang yang masuk surga, hati mereka seperti hatinya burung." (HR Ahmad dan Muslim)

Wallahu'alam. 

13.1.07

Jadilah yang Sedikit..!

"Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah)*" (Q6.116)
*Seperti menghalalkan apa-apa yang telah diharamkan Allah dan mengharamkan apa-apa yang telah dihalalkan Allah; menyatakan bahwa Allah mempunyai anak…


It's Clear...

Sudah menjadi sunnatullah, umat Islam terpecah menjadi 73 golongan, sebagaimana sebelumnya umat Yahudi dan Nasrani terpecah menjadi tujuh puluh golongan lebih.

"... Dan demi Dzat Yang jiwaku ada ditangan-Nya, sungguh umatku akan terpecah menjadi 73 golongan, satu golongan akan masuk surga dan 72 lainnya (mampir dulu) ke neraka.” Rasulullah ditanya: “Siapa golongan yang selamat itu wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Al Jama’ah." (HR Ibnu Majah)

"... dan umatku akan terpecah-belah menjadi 73 golongan. Semuanya masuk (dulu) ke neraka, kecuali satu golongan” Para sahabat bertanya: “Siapa mereka, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Siapapun yang berada di atas apa yang aku dan para sahabatku ada padanya." (HR Abu Dawud & At-Tirmidzi)

Ibnu Mas'ud meriwayatkan: "Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam membuat garis dengan tangannya lalu bersabda, 'Ini jalan Allah yang lurus'. Lalu beliau membuat garis-garis di kanan-kirinya, kemudian bersabda, 'Ini adalah jalan-jalan yang sesat tak satu pun dari jalan-jalan ini kecuali di dalamnya terdapat setan yang menyeru kepadanya'. Selanjutnya beliau membaca (Al-An'am 153), 'Dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus maka ikutilah dia janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain) karena jalan-jalan itu menceraiberaikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan oleh Allah kepadamu agar kamu bertakwa.'" (HR Ahmad dan Nasa'i)
  • "... Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar-benar akan aku (Iblis) sesatkan keturunannya (Adam as), kecuali sebahagian kecil." (Q17.62)
  • Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Quran), kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya. (Q43.36)

Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kalian dijadikan-Nya satu umat (saja). Tetapi Allah akan menguji kalian terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlombalah berbuat kebajikan.” (Q5.48)




Mengapa banyak mualaf yang bermuara, bersandar di Manhaj Salaf?
#think #ask #iqra!


12.1.07

Meniti Jalan Istiqomah

Kaum muslimin rahimakumullah, di dalam kehidupan manusia, Allah telah menetapkan jalan yang harus ditempuh oleh manusia melalui syariat-Nya sehingga seseorang senantiasa Istiqomah dan tegak di atas syariat-Nya, selalu menjalankan perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya serta tidak berpaling ke kanan dan ke kiri. Allah ta’ala telah memerintahkan orang-orang yang beriman untuk senantiasa istiqamah.

Allah Ta’ala berfirman yang artinya,
Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan “Robb kami ialah Allah”, kemudian mereka tetap beristiqomah, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita, mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan (di dunia) (Q46:13-14).
Akan tetapi bagaimana pun juga seorang hamba tidak mungkin untuk senantiasa terus dan sempurna dalam istiqomahnya. Terkadang seorang hamba luput dan lalai yang menyebabkan nilai istiqomah seorang hamba menjadi berkurang. Oleh karena itu, Allah memberikan jalan keluar untuk memperbaiki kekurangan tersebut yaitu dengan beristigfar dan memohon ampun kepada Allah ta’ala dari dosa dan kesalahan.

Allah ta’ala berfirman yang artinya,
Maka beristiqomahlah (tetaplah) pada jalan yang lurus menuju kepada Allah dan mohonlah ampun kepada-Nya”. (Q41:6)
Di dalam al-Qur’an maupun Sunnah telah ditegaskan cara-cara yang dapat ditempuh oleh seorang hamba untuk bisa meraih istiqomah. Cara-cara tersebut adalah sebagai berikut:

Pertama, memahami dan mengamalkan dua kalimat syahadat dengan baik dan benar. Allah Ta’ala berfirman, “Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ‘ucapan yang teguh’ dalam kehidupan di dunia dan di akhirat” (Q14:27). Makna “ucapan yang teguh” adalah dua kalimat syahadat. Sehingga, Allah akan meneguhkan orang yang beriman yang memahami dan mengamalkan dua kalimat syahadat ini di dunia dan di akhirat.

Kedua, membaca al-Qur’an dengan menghayati dan merenungkannya. Allah berfirman yang artinya, “Katakanlah: ‘Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan al-Quran itu dari Robb-mu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).” (Q16:102)

Ketiga, berkumpul dan bergaul di lingkungan orang-orang saleh. Hal ini sangat membantu seseorang untuk senantiasa istiqomah di jalan Allah ta’ala. Teman-teman yang saleh akan senantiasa mengingatkan kita untuk berbuat baik serta mengingatkan kita dari kekeliruan. Bahkan dalam al-Qur’an disebutkan bahwa hal yang sangat membantu meneguhkan keimanan para sahabat adalah keberadaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Allah berfirman yang artinya, “Bagaimana mungkin (tidak mungkin) kalian menjadi kafir, sedangkan ayat-ayat Allah dibacakan kepada kalian, dan Rosul-Nya pun berada di tengah-tengah kalian? Dan barang siapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah maka sesungguhnya dia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus.” (Q3:101)

Keempat, berdoa kepada Allah ta’ala agar Dia senantiasa memberikan kepada kita istiqomah hingga akhir hayat. Bahkan Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha mengatakan bahwa doa yang paling sering dibaca oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah doa, “Yaa muqollibal qulub tsabbit qolbi ‘ala diinik ” artinya “Wahai Zat yang membolak-balikkan hati teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.” (HR Tirmidzi, Ahmad, Hakim, dishahihkan oleh Adz Dzahabi, lihat pula Shahihul Jami’)

Kelima, membaca kisah Rasulullah, para sahabat dan para ulama terdahulu untuk mengambil teladan dari mereka. Dengan membaca kisah-kisah mereka, bagaimana perjuangan mereka dalam menegakkan diinul Islam, maka kita dapat mengambil pelajaran dari kisah tersebut sebagaimana firman Allah ta’ala yang artinya, “Dan semua kisah dari rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman.” (Q11:120)

Kaum muslimin rahimakumullah demikianlah sedikit yang dapat kami sampaikan sebagai renungan bagi kita semua untuk meniti jalan istiqomah. Semoga Allah ta’ala memberikan keteguhan kepada kita untuk senantiasa menjalankan syariat-Nya hingga kelak kematian menjemput kita semua. Amiin ya Mujibbassaailiin. 

www.muslim.or.id


Baca Juga:

11.1.07

Diam adalah Perak (Bukan Emas!)

Ada kata mutiara yang berbunyi "Diam adalah emas". Apakah kata mutiara ini memang kata "mutiara"? Sebagai seorang muslim tentulah landasan yang paling valid yang harus kita pakai sebagai referensi adalah kitabullah (Al-Quran) & sunnah (yang diketahui dari hadist) Nabi shallallahu'alaihi wasallam. Apa yang hadist katakan tentang “diam” berikut sedikit uraiannya.
Nabi shallallahu'alaihi wasallam bersabda, “Barang siapa beriman kepada Allah & hari akhir, maka hendaklah ia berbuat baik kepada tetangganya. Barang siapa beriman kepada Allah & hari akhir, maka hendaklah ia memuliakan tamunya. Barang siapa yang beriman kepada Allah & hari akhir, maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (HR Muslim)
Pada hadist riwayat Imam Bukhari di atas, Nabi shallallahu'alaihi wasallam menganjurkan kita agar berusaha untuk melakukan "berkata benar" terlebih dahulu (posisi emas), jika tidak bisa maka barulah "diam" dijadikan pilihan selanjutnya (posisi perak). Inilah makna Nabi shallallahu'alaihi wasallam menyebutkan terlebih dahulu fal yaqul khoiro (berkata yang benar) ketimbang yashmut (diam). Di sinilah seorang muslim dituntut untuk membiasakan diri mempertimbangkan kemanfaatan ucapannya sebelum mulutnya terbuka. Jika dirasa lebih bermanfaat maka hendaklah mengatakannya sedangkan jika kesia-siaan atau kemudharatnya lebih besar ketimbang manfaatnya hendaklah menahan lisannya atau diam.
"Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak mamfaatnya bagi orang lain." (HR Bukhari & Muslim)

"Merupakan tanda baiknya Islam seseorang, dia meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya." (HR Tirmidzi)

"Barang siapa di antara kalian melihat kemungkaran, hendaklah ia mengubahnya dg tangannya. Jika tidak bisa melakukannya dg tangannya, hendaklah ia mengubahnya dg lisannya. Jika tidak bisa melakukannya dg lisannya, hendaklah ia melakukan dg hatinya. Itulah iman yang paling lemah." (HR Muslim)

►Keutamaan Menjaga Lisan (Lidah tak Bertulang) & Buah Menjaga Lisan...

10.1.07

Mereka yang Dicintai Allah Ta'ala

1. Al Muttaqun (Q3.76, Q2.3-4, Q9.7); mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezkinya, dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yaqin akan adanya (kehidupan) akhirat (berorientasi akhirat).

Taqwa bisa juga diartikan keta'atan untuk berusaha melaksanakan setiap perintah-Nya dan keta'atan untuk menjauhi setiap larangan-Nya.

2. Al Muhsinun (Q2.195, Q3.134); mereka yang selalu berbuat baik, dengan niat yang ikhlash, dengan cara yang benar (ittiba') dan bersegera dengannya.

3. At Tawabun (Q2.222); mereka yang (selalu) bertaubat.

4. Al Mutathohirun (Q2.222, Q9.108); mereka yang (selalu) mensucikan diri, yang bersifat lahiriah seperti selalu menjaga wudhu, mandi, bersiwak dst.

5. Ash Shabirun (Q3.146); mereka yang ber-shabar.

6. Al Mutawakkilun (Q3.159); mereka yang ber-tawakkal kepada Allah ta'ala baik sebelum ataupun sesudah amal.

7. Al Muqsithun (Q5.42); mereka yang berlaku adil (tidak zhalim).

8. Al Mujahidun (Q5.54, Q61.4); mereka yang ber-jihad (bersungguh-sungguh, berpayah-payah) di jalan Allah, mereka yang lemah lembut (rendah hati) kepada orang-orang mukmin (Q26.215), tegas (keras) terhadap kaum kafir (Q48.29, Q66.9), dan tidak takut terhadap celaan para pencela.



AGAR DICINTAI ALLAH
Judul asli: Fii Zhilalil-mahabbah
Penulis: Abdul Hadi Hasan Wahbi
Penerbit: Robbani Press
DAFTAR ISI
  1. Kedudukan Cinta
  2. Tanda Cinta Allah pada Hamba-Nya. Perlindungan dari dunia, Pemeliharaan yang baik, Dikaruniai sifat lemah lembut, Diterima penduduk bumi, Mendapat cobaan, dan Wafat dalam keadaan melakukan amal shalih.
  3. Tanda Cinta Hamba kepada Allah. Menginginkan Pertemuan dengan Allah di Syurga; Merasa nikmat dalam berkhalwat, bermunajat kepada Allah dan membaca Al Quran; Sabar terhadap hal-hal yang tidak disukai, Mengutamakan Allah atas segala sesuatu, Mendahulukan apa yang dicintai Allah atas apa yang dicintainya baik lahir maupun batin, Selalu mengingat Allah, Cemburu karena Allah, Senang terhadap segala sesuatu yang menimpa dirinya dalam perjalanan menuju kekasihnya, Mencintai kalam Allah, Tobat dibarengi dengan khauf (cemas) dan raja' (harap), Menyesal jika lupa mengingat Allah, Lemah lembut kepada hamba Allah dan tegas kepada musuh-Nya.
  4. Amal-amal yang Mendatangkan Mahabbatullah (Cinta Allah). Membaca Quran sambil mentadabburi dan memahami maknanya (Berinteraksi dengan Quran), Taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah dengan ibadah sunnah setelah ibadah wajib; Selalu mengingat Allah di setiap saat, baik dengan lisan, hati, amal atau keadaan; Mengutamakan (itsar) kekasih di atas keinginan pribadi dan berusaha menggapai cinta-Nya sekalipun dihadang berbagai kesulitan; Menyaksikan berbagai kebaikan, karunia dan nikmat-Nya, baik zhahir maupun batin; Pengenalan dan penyaksian hati akan nama-nama dan sifat-sifat Allah, Remuk redam hati di hadapan Allah, Berkhalwat dengan-Nya pada saat nuzul ilahi (qiyamullail), Duduk-duduk dan bergaul dengan para pecinta Allah yang sejati, Menjauhi segala hal yang bisa menghalangi hati dari Allah; Mengikuti Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam perbuatan, ucapan dan akhlaknya; Zuhud terhadap dunia, Tidak tertipu oleh anggapan bahwa mengetahui apa yang telah disebutkan saja sudah cukup untuk mencapai tujuan.
  5. Bercinta karena Allah. Langkah mempertahankan cinta (menyatakan cinta, saling memberi hadiah, saling berkunjung, memberi harta, meninggalkan dosa), Buah cinta karena Allah (cinta Allah Ta'ala, kemuliaan dari Allah, mendapat naungan di bawah arsy Allah, hilangnya rasa sedih dan takut, kesempurnaan iman, merasakan kelezatan iman)
  6. Sifat-sifat yang Dicintai Allah
  7. Orang-orang yang Dicintai Allah. Dalil Quran tentang cinta Allah (lihat paling atas dari tulisan ini!), Dalil Sunnah tentang cinta Allah.
  8. Shalat para Pecinta. Keikhlasan, Kejujuran dan melaksanakan pesan, Mengikuti dan meneladani Nabi, Ihsan, Menyaksikan karunia Allah, Menyadari kekurangan.
  9. Buah Cinta. Rindu bertemu Allah, Nikmat dan bergembira, Menjadi penghibur ketika menghadapi musibah, Kelapangan dada, Hilangnya rasa gelisah, Memuji kekasihnya, Meraih cinta dan keridhaan Allah serta betah dengan mendekatkan diri kepada-Nya.
  10. Beragam Untaian Mutiara tentang Cinta.

9.1.07

Al Islam...

AL ISLAM

Islam: patuh, tunduk, taat, dan berserah diri kepada Allah ta'ala dalam upaya mencari keridhaan-Nya, keselamatan dan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.
Nabi Ibrahim a.s. telah berusaha & berjuang dalam mencari tuhannya (Allah ta'ala), setelah itu Nabi Ibrahim a.s. berserah diri hanya kepada-Nya. Beliau a.s.diuji dengan disuruhnya menyembelih anak satu-satunya yang beliau sayangi (Ismail) yang telah beliau harapkan berpuluh-puluh tahun, tapi beliau bersabar dalam menjalankan ketaatan & penghambaannya kepada Allah ta'ala, hanya untuk mengharap keridhaan Allah ta'ala... Tuhan yang beliau cari, Tuhan yang beliau tauhidkan, Tuhan yang ikhlash beliau sembah, beliau dengar & beliau ta'ati.
Semoga shalawat selalu tercurah kepada Muhammad Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam serta keluarganya (sebagaimana yang telah Engkau curahkan kepada Nabi Ibrahim as & keluarganya), sahabat-sahabatnya & penerus-penerus risalahnya sampai akhir zaman.

Fatwa tentang Hakikat Islam...

...Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? (Q29.2)


►Al Islam adalah Segalanya!

Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam bersabda, "Puncak persoalan adalah Islam. Siapa masuk Islam, maka dia selamat. Tiangnya Islam adalah shalat dan atapnya adalah jihad (perjuangan/bersungguh-sungguh/berpayah-payah). Yang dapat mencapainya hanya orang yang paling utama di antara mereka." (HR Ath-Thabrani)


►Bahagia ada di sini...

"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah", kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita." (Q46.13)

"Dan tidaklah Kami mengutus para rasul itu melainkan untuk memberikan kabar gembira dan memberi peringatan. Barangsiapa yang beriman dan mengadakan perbaikan, maka tak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati." (Q6.48)

***Q6.39 & 6.125


►Agama adalah Mudah?
  • Hakikat Hidup: Mengabdi, menghamba (beribadah) kepada Allah ta'ala (Q51.56)
  • Tujuan dalam segala aktifitas Kehidupan: Mardhotillah (ridha Allah ta'ala) dengan turunannya kehidupan (kebahagiaan) abadi di akhirat kelak, kehidupan yang sebenarnya!
  • Pedoman, Acuan, Referensi dalam Kehidupan: Al Quran & As-Sunnah ash-Shahihah
  • Teladan, Idola, Panutan, Contoh Utama: Rasulullah Muhammad shallallahu'alaihi wasallam
  • Musuh Abadi selama kehidupan di Dunia: Iblis dan para pengikutnya, syetan dari jenis Jin & Manusia
  • Saudara adalah: Semua orang beriman!


INILAH JALAN HIDUP SEORANG MUKMIN

Dalam keyakinan orang Jepang, bunuh diri ketika merasa gagal, adalah cara mati yang terpuji dan terhormat sebagai seorang kesatria

Oleh: Dr. Achmad Yani, Lc, Med.

MANUSIA adilahirkan sebagai bayi, menyusu kepada ibunya, tumbuh menjadi anak-anak yang manja dan sibuk dengan segala macam alat permainannya. Lalu ia menjadi remaja dengan segala macam kegiatannya, mulai dari sekolah, belajar, nongkrong, jalan-jalan, dengerin musik, pacaran, tawuran, nonton film, jajan, dan lain sebagainya.

Memasuki masa dewasa, ia mulai disibukkan dengan urusan pekerjaan, mencari pengahasilan, mengurusi keluarga, anak dan istri. Setelah itu akhirnya menua, manjadi kakek atau nenek, kemudian mati.

Apakah dengan kematian itu berarti semuanya telah selesai? Jika belum selesai, lantas apa sebenarnya tujuan hidup kita di dunia ini?

Memahami Hakekat Hidup

Pemahaman terhadap tujuan hidup ini sangat penting, karena tujuan itulah yang akan menentukan kemana arah perjalan ini akan ditempuh. Ibarat tujuannnya adalah Jakarta, jika dari Surabaya, maka berarti kita harus berjalan ke arah barat.Begitu juga jika tujuannya adalah Bali, maka berarti kita harus berjalan ke arah timur.

Memahami hakekat tujuan hidup ini menjadi sangat penting, sebab jika pemahaman itu salah, maka bisa dipastikan prilakunya pasti juga salah.

Orang Jepang contohnya, menurut falsafah mereka, hakekat kehidupan ini adalah untuk menunggu kematian.Bagi mereka, jika Anda merasa sudah tidak ada lagi peluang untuk sukses, maka lebih baik mati secepatnya dan tidak ada artinya menunggu di dunia ini lebih lama. Silahkan bunuh diri saja, itu lebih baik dari pada anda menjadi orang yang gagal dalam hidup.

Dalam keyakinan orang Jepang, bunuh diri ketika merasa gagal, adalah cara mati yang terpuji dan terhormat sebagai seorang kesatria yang secara jantan mengakui kegagalannya, dan memilih untuk mengakhiri hidup secepatnya. Ini bisa dilihat daridata yang ada, sampai hari ini minimal 70 orang perhari mati bunuh diri di Jepang, sehingga Jepang menjadi negara nomer satu di dunia untuk jumlah bunuh diri terbanyak.

Sangat ironis, Negara yang begitu maju, canggih dalam teknologi, yang produksi mobilnya dipakai di seluruh dunia: Toyota, Mitsubishi, Daihatsu, Honda, Suzuki, dan lain-lainnya, ternyata menjadi Negara yang jumlah bunuh dirinya terbesar di seluruh dunia. Kanapa itu bisa terjadi, tidak lain adalah disebabkan pemahaman mereka tentang hakekat kehidupan ini.

Sedangkan orang Barat, mereka memahami hakekat kehidupan ini sebagai kesempatan untuk menikmati kehidupan sebelum ajal menjemput.

Itulah sebabnya, menjadi cita-cita hampir semua orang barat untuk bisa melancong ke berbagai penjuru dunia, yang tidak lain tujuannya adalah untuk sepenuhnya bisa menikmati keindahan hidup di dunia. Banyak yang menyangka bahwa semua turis dari barat itu adalah orang kaya.Tidak, justru sebagian besar mereka adalah orang-orang yang ekonominya biasa-biasa saja.Memang ada juga yang kaya raya, namun sebagian besar adalah orang biasa.Kebanyakan dari mereka adalah orang kelas menengah kebawah yang telah bertahun-tahun bekerja, atau bahkan berpuluh-puluh tahun. Uang hasil bekerja itu kemudian ditabung, sekian lama mereka menabung, kemudian uang itu mereka habiskan untuk melancong ke berbagai penjuru dunia selama setahun, dua tahun, atau bahkan lima tahun, dan seterusnya.

Trend melancong dalam waktu yang lama sudah menjadi gaya hidup sebagian besar orang barat. Kenapa bisa begitu, jawabannya adalah disebabkan pemahaman mereka dalam memakanai hakekat kehidupan.Bagi mereeka, hidup ini adalah kesempatan untuk menikmatinya, sebelum kita dijemput oleh kematian.Nikmatilah hidupmu sepenuhnya, sebelum engkau meninggakan dunia.Dan cara menikmati hidup yang paling istimewa untuk mereka adalah dengan melancong ke berbagai penjuru dunia dalam waktu yang lama, tidak perlu kerja, makan tinggal makan, tidur tinggal tidur, tidak ada yang menyuruh, tidak ada yang memberi tekanan, tidak ada kewajiban untuk kerja, rapat, ngajar, dan segala macam kegiatan lainnya, yang kesemuanya itu dirasakan sebagai tekanan dalam menjalani kehidupan.

Kemudian kita sebagai orang mukmin, apa makna hakekat kehidupan ini untuk kita? Apakah hidup ini hanya untuk menikmati makanan yang lezat-lezat? Jika itu pemahaman kita, lalu apa beda kita dengan sapi yang seumur hidupnya hanya makan dan makan. Jika urusan makan, tentu sapi lebih hebat dari kita, sebab sapi sepanjang hidupnya adalah untuk mengunyah makanan. Sedangkan manusia, setelah menikmati makanan satu piring, maka dia pun sudah merasa kenyang, dan sudah tidak sanggup lagi menyantap makananan yang lainnya.

Adakah hidup kita hanyalah untuk menikmati wanita cantik dan menyalurkan nafsu biologis semata? Jika urusan pemuasan kebutuhan biologis, maka ayam jauh lebih hebat dari kita, sebab ayam mampu melakukan hubungan biologis sehari lebih dari 20 kali.Sedangkan kita?Kemampuan dan kekuatan kita kalah jauh dibandingkan ayam.

Ataukah hidup kita ini hanya untuk jalan-jalan dan menikmati pemandangan? Jika itu tujuannya, tentu burung elang yang bisa terbang tinggi di udara jauh lebih hebat dari kita. Tiap hari ia terbang tinggi dan menimkati pemandangan yang begitu indah dari atas ketinggian, terbang jauh kemana ia suka.

JADI apa sebenarnya tujuan hidup kita? Apakah kita dilahirkan, tumbuh jadi anak-anak, remaja, dewasa, kemudian menua, dan akhirnya mati… Adakah dengan itu berarti hidup kita telah selesai?

Allah berfirman dalam Al-Quran:

أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ

Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?” (QS Al-Mu’minuun: 115)

Sesungguhnya jawaban dari pertanyaan ini adalah dalam firman Allah:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (QS Adz-Dzaariyat: 56)

Ayat tersebut diatas merupakan petunjuk dari Allah Subhanahu Wata’ala kepada manusia tentang tujuan diciptakannya di muka bumi ini. Sebagai manusia, kita memang perlu makan, minum, tidur, bekerja, menikah, istirahat, pakaian, tempat tinggal, alat transportasi, harta, dan lain sebagainya. Namun kesemuanya itu bukanlah tujuan, melainkan itu hanyalah alat untuk kita beribadah kepada Allah Subhanahu Wata’ala.

Makna ibadah dalam islam sangatlah luas, semua aktivitas yang dilakukan manuasia bisa bernilai ibadah, sejak dari bangun tidur, sampai tidur lagi, bahkan tidur itu sendiri, juga bernilai ibadah. Ibadah dalam islam bukan hanya berbentuk sholat, puasa, haji, baca al-Quran, melainkan semua aktivitas manusia bisa bernilai ibadah.

Ketika kita bangun tidur, kemudian kita ke kamar mandi untuk buang air kecil, kita niatkan itu sebagai ibadah, menjaga kesehatan, merawat anugerah Allah berupa badan, sebab kalau air kencing ditahan itu bisa menyebabkan penyakit, dengan niat yang seperti maka buang air kecil itupun bernilai ibadah.

Dilanjutkan berwudlu dan kemudian sholat, ini juga ibadah. Setelah itu kita sarapan, diniatkan agar badan kita ada energy sebagai bekal ibadah, maka sarapan kita itupun bernilai Ibadah.

Kemudian kita mandi pagi, gosok gigi, dan membersihkan badan, diniatkan untuk menjaga kesegaran badan, biar tidak bau, dan tidak menganggu orang disekitar kita, maka ini pun bernilai ibadah.Begitu juga ketika kita pergi ke tempat kerja, kita niatkan mencari rizki yang halal, untuk diri sendiri dan keluarga, maka sejak pagi sampai sore kita bekerja, selama itulah pahala ibadah terus mengalir.

Semua aktitas yang sifatnya duniawi seperti ke pasar, ke kampus, ke kantor, ke sawah, dan lain sebagainya,itu semua bisa bernilai ibadah jika kita betul dalam meniatkannya. Namun jika kita salah niat, maka semua aktivitas itu hanyalah bernilai amalan dunia saja, dan tidak ada pahalanya di akhirat.

Tidak penting bagi seorang mukmin apakan dia menjadi kaya atau misikin, pejabat atau rakyat, bos atau kuli, atasan ataupun bawahan, sebab bagi seorang mukmin, apapun situasinya, bagaimanapun keadaannya, semuanya adalah kesempatan untuk beribadah.

Jika dia miskin dan sabar dengan kekurangannnya, maka kemiskinan adalah keberkahan baginya, sebab kesabaran menjalani kehidupan dengan serba kekurangan mendatangkan pahala untuknya. Jika dia kaya, itu juga kesempatan baginya untuk beribadah, mensyukuri kekayaan yang diberikan, banyak berzakat dan bersedekah, menolong siapa saja yang memerlukan, maka dengan begitu kekayaan adalah keberkahan untuknya, sebab harta yang dimiliki menjadi sumber pahala.

Rasulullah bersabda:

عَجَبًا لأَمْرِ المؤمنِ إِنَّ أمْرَه كُلَّهُ لهُ خَيرٌ ليسَ ذلكَ لأَحَدٍ إلا للمُؤْمنِ إِنْ أصَابتهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فكانتْ خَيرًا لهُ وإنْ أصَابتهُ ضَرَّاءُ صَبرَ فكانتْ خَيرًا لهُ) رواهُ مُسْلِمٌ

Alangkah mengagumkan kehidupan seorang mukmin, sungguh segala urusannya mendatangkan kebaikan, dan sesungguhnya kebaikan yang seperti itu hanya ada dalam kehidupan seorang mukmin.Ketika dia mendapatkan kesenangan, maka diapun bersyukur, dan itu mendatangkan kebaikan untuknya (pahala).Begitu juga ketika dia sedang ditimpa kesusahan, maka dia pun bersabar, dan itu pun mendatangkan kebaikan untuknya (pahala).” [HR Muslim]

Wallahu A’lam.
Penulis adalah Dosen di Universitas Islam Antarabangsa Malaysia (UIAM)

CARI TAHU!

Dengar! Lihat! Tafakuri! Tanya! Baca (Iqra)!

Q16.78. Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.
Q17.36. Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.

Afalaa tadzakkaruun..? Apakah kamu tidak mengambil pelajaran?
Afalaa ta'qiluun..? Apakah kamu tidak memikirkannya?
Afalaa tatafakkaruun..? Apakah kamu tidak mentafakurinya?



Percaya dan membenarkan…

Jabotabek

►Apakah Anda seorang Mukmin (yang ber-iman)?
  • Apakah Anda percaya adanya satu Zat Yang Maha Sempurna yang menciptakan & mengatur alam semesta ini yaitu Allah ta'ala?
  • Apakah Anda percaya adanya seorang Nabi & Rasul (utusan) Allah ta'ala yaitu Muhammad shallallahu'alaihi wasallam, kemudian membenarkan, mengimani & mengikuti ajaran/syariat beliau bawa? Juga membenarkan adanya Nabi-nabi dan Rasul-rasul yang diutus Allah ta'ala sebelum Nabi dan Rasul Muhammad shallallahu'alaihi wasallam.
  • Apakah Anda percaya bahwa Quran itu adalah satu-satunya petunjuk & pedoman hidup seorang mukmin yang telah Allah ta'ala wahyukan melalui malaikat Jibril kepada Rasul-Nya? Juga membenarkan adanya Kitab-kitab yang diturunkan Allah ta'ala sebelum turunnya Quran yaitu Kitab Zabur, Taurat dan Injil.
  • Apakah Anda percaya akan hal yang Ghaib? Akan adanya Malaikat, Jin, Iblis dst?
  • Apakah Anda percaya akan adanya Kehidupan Akherat? Adanya Syurga? Adanya Neraka?
  1. Apakah Anda percaya bahwa kalau Anda menjalankan syari’at yang diajarkan dalam Islam akan memperoleh pahala dan balasan Syurga?
  2. Apakah Anda percaya bahwa kalau Anda menolak syariat yang diajarkan Islam akan mendapat murka Allah dan dimasukkan ke dalam Neraka?
  • Apakah Anda percaya akan Takdir Allah ta'ala?
Apakah Anda TAHU bahwa hanya Islam-lah adalah SATU-SATUNYA jalan KEBENARAN?

Berserah dan bertindak…

►Apakah Anda seorang Muslim (yang mengaku ber-Islam)?
  • Apakah Anda tahu & percaya adanya satu tuhan yaitu Allah ta'ala & Muhammad shallallahu'alaihi wasallam itu adalah rasul (utusan) Allah ta'ala? dan Apakah Anda tahu bahwa Allah ta'ala memerintahkan kita untuk shalat, zakat, puasa dan berhaji? Berarti...
  1. Anda harus mendirikan shalat 5 waktu setiap hari!
  2. Anda harus menunaikan zakat yang hanya 2,5% dari ...!
  3. Anda harus melaksanakan puasa di bulan Ramadhan!
  4. Anda jika mampu, Anda harus berangkat haji yang hanya diwajibkan 1x dalam seumur hidup!
 Ihsan

►Apakah Anda seorang Muhsin?
  • Beribadah kepada Allah Azza wa Jalla seakan-akan engkau melihat-Nya dan
  • ...seandainya engkau tidak dapat melihat-Nya, engkau yakin bahwa Dia melihatmu.

Akhirnya...
  • Apakah Anda/Saya seorang Mutaqin (orang yang ber-Taqwa)?
  • Apakah Anda/Saya selalu ta'at dan berusaha menjalankan setiap perintah Allah ta'ala dan menjauhi /meninggalkan setiap larangan-Nya?



فَاسْـَٔلُوْٓا اَهْلَ الذِّكْرِ اِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَۙ ...
Q16.43 ... maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui!

Nyari Tahu di Dumai (Dunia maya) termasuk YouTube? Tidak Direkomendasikan! TAPI kalau memang butuh referensi (acuan) tentang al Islam, silahkan kunjungi situs Internet berikut:



►Kajian Ust. Adi Hidayat, Lc. MA. lainnya, klik di sini atau di sini!

7.1.07

Berita Umat...

http://kangarul.blogspot.com/2011/02/zuhud-dalil-dalil-kehidupan-dunia.html
Klik di gambar!
Allah Azza wa Jalla berkata:

Wahai anak cucu adam, letakkan tanganmu di dadamu, apa yang kau sukai untuk dirimu, kau harus juga menyukainya untuk orang lain.

Wahai anak cucu adam, tubuhmu lemah dan lisanmu ringan, hatimu angkuh. Wahai anak cucu adam, puncak tujuanmu adalah kematian, maka beramallah sebelum kematian itu mendatangimu.

Wahai anak cucu adam, Aku tidak menciptakan anggota tubuh tanpa menciptakan lebih dulu rezekinya.

Wahai anak cucu adam, kalau kau Ku-ciptakan buta, kau pasti menyesal tidak memiliki penglihatan. Kalau kau Ku-ciptakan tuli, kau pasti menyesal tidak memiliki penglihatan. Maka sadarilah besarnya kenikmatan yang Ku-berikan kepadamu, bersyukurlah kepada-Ku dan jangan ingkar kepada-Ku, karena kepada-Ku kau akan kembali.

Wahai anak cucu adam, apa yang telah Ku-bagikan kepadamu, janganlah kau bersusah payah mencarinya. Semua rezeki yang Ku-tetapkan bagimu akan mencari sehingga rezeki itu menemukanmu.

Wahai anak cucu adam, beramallah untuk dirimu sebelum datangnya kematian. Janganlah kau tertipu oleh kesalahan-kesalahan, karena kesalahan itu meninggalkan bekas yang jelas, dan janganlah kehidupan dan angan-angan panjang melalaikanmu dari tobat, karena pada akhirnya kau pasti menyesal ketika penyesalan itu tidak lagi bermanfaat bagimu.


Renungan...

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
Sekiranya anak cucu Adam memiliki dua lembah emas niscaya dia tetap masih menginginkan lembah emas yang ketiga, & sekali-kali tidak akan penuh mulut anak cucu Adam kecuali tanah, & Allah menerima taubat bagi orang yang bertaubat”. (HR Bukhari Muslim)
Bila anak Adam memiliki segunung emas, ia akan menginginkan gunung yang kedua, & bila ia memiliki dua buah gunung emas, ia akan menginginkan yang ke tiga. Sampai pada akhirnya, bagaimanapun juga, tidak ada yang memenuhi mulut anak Adam (dan mengakibatkan ia terdiam) kecuali tanah (dari kuburannya), Allah memberikan ampunan bagi siapa saja yang bertaubat, & Dia mengampuni siapa saja yang dikehendakinya.

1.1.07

A Simple Line 2 (Two) Simple Questions...

A Simple Line & Two Simple Questions...
Klik di gambar untuk memperbesar!
Silahkan unduh dan sebarluaskan..!